Home

Pemilihan Raka Raki Jatim 2016

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

 

Mulai 23 Maret 2016 semua peserta sudah mulai memasuki masa karantina sampai malam Grand Final Sabtu (26/3/2016) malam di Grand City Surabaya. Penyelenggaraan event yang sangat bergengsi dan selalu ditunggu tunggu oleh kabupaten/kota ini digelar secara terbuka sebagai bentuk keinginan pemerintah untuk memberikan tontonan yangg spektakuler kepada masyarakat secara gratis.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim DR.H.Jarianto, Msi mengatakan, kegiatan pemilihan Duta Wisata Raka Raki ini adalah ajang tahunan yang diselenggarakan Pemprov Jatim untuk mencari putra-putri terbaik dari 37 kabupaten/kota se-Jatim. Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan 1 pasang putra-putri pemenang ajang serupa di daerah. Tahun ini hanya Kabupaten Bondowoso saja yang tidak mengirim delegasi. Misalnya dari Surabaya, mengirimkan juara pertama Cak dan Ning kemudian dari Sidoarjo mengirimkan juara Gus dan Yuk 2015.

Jadi kami mencari lagi yang terbaik dari semua kabupaten/kota. Nah setelah mereka terpilih nantinya akan membantu mempromosikan potensi pariwisata Jawa Timur ke kancah Nasional dan Internasional, jelas Jarianto, saat meninjau karantina Raka Raki 2016 di Surabaya Suites Hotel, kemarin.

Jarianto menambahkan, Raka-Raki Jawa Timur merupakan generasi muda bangsa yang menjadi Duta Wisata Jawa-Timur, yang mana mereka akan mewakili daerah sendiri yang ada di Provinsi Jatim, dan nanti akan dipilih untuk mewakili Provinsi Jawa-Timur. Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur harus memiliki pemikiran yang cerdas, memiliki wawasan yang luas dan berakhlak mulia.

Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur nantinya akan bertugas membawa suara dan menginformasikan kepada seluruh dunia atas keindahan Jawa Timur. Saya yakin hal tersebut dapat terlaksana karena yang melaksanakan adalah generasi-generasi cerdas dan memiliki wawasan yang luas juga berakhlak mulia, saya sangat mengharapkan kepada para Grand Finalis agar menjadikan Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur sebagai ajang pembelajaran sikap sportifitas, kreatifitas, serta pengembangan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap pariwisata dan budaya Jawa Timur . kata Jarianto.

Menurut mantan PJ Bupati Trenggalek ini, Jawa Timur mempunyai aset 774 daya tarik wisata alam, budaya, dan minat khusus, serta 8 etnis budaya yaitu Arek, Osing, Karo, Pendalungan, Madura, Panoragan, Samin dan Mataraman. Obyek dan daya tarik wisata itulah yang harus dikenalkan pada dunia , itu juga adalah tugas para raka-raki nanti nya untuk memperkenalkan pada masyarakat Indonesia dan juga Internasional. Kegiatan ini mempunyai maksud untuk mewadahi dan melestarikan adat/budaya, dan bertujuan untuk mewadahi event budaya serta kompetisi yang sama di tingkat kabupaten/kota. Serta memberikan kesempatan untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata daerah melalui pengambilan profil duta wisata yang berlatar belakang daya tarik wisata unggulan masing-masing kabupaten/kota.

Sedangkan untuk Pemilihan duta Wisata Raka-Raki ke-16 tahun 2016 ini diikuti oleh 37 pasangan perwakilan dari kabupaten/kota di Jatim. Para peserta harus mengikuti karantina selama satu minggu untuk mendapat pembelajaran mengenai public speaking dan public relation, serta melalui penjurian ketat (kecerdasan/brain, tingkah-laku/behavior, kecantikan/beauty) yang dilakukan oleh Dewan Juri Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2016.

Semantara itu, Rosmiati Ramelan, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Disbudpar Jatim menambahkan, ajang Raka-Raki 2016 lebih menekankan kepada talenta dan kecapakan para finalis untuk menjadi duta wisata Jawa Timur nanti. Sejumlah rangkaian pembinaan dan uji talenta sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Sampai kemudian, 74 Finalis Raka-Raki ini mengikuti tahapan karantina. Dalam karantina ini para finalis akan diuji lagi melalui beberapa tes. Mulai dari bagaimana kreatifitas mereka mempromosikan tempat wisata, Komunikasi menggunakan Bahasa daerah dan pelatihan mental melalui out bound. Meskipun kegiatan ini rutin kami gelar tiap tahun, tapi selalu ada kejutan yang berbeda, karena bakat setiap finalisnya juga macam-macam, terang Rosmiati yang juga ketua panitia kegiatan Raka-Raki 2016 ini.

Grand final pemilihan Duta wisata raka-raki yang diselenggarakan untuk ke 16 kalinya sejak th 2001 ini akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur dan dihadiri oleh Bupati/walikota se Jawa Timur beserta jajarannya serta para pendukung finalis masing-masing Kab/Kota dan masyarakat luas. Pagelaran ini juga dimeriahkan oleh artis ibukota (GAC) dan sendratari yang bertajuk  Chandra Kirana serta ditayangkan langsung (Live) oleh media elektronik Jawa Timur TelevIsi (JTV)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengundang duta wisata wakil dari 10 Provinsi yang tergabung dalam kerjasama Mitra Praja utama (MPU) di Indonesia, antara lain : Abang dan None DKI Jakarta, Jegeg-Bagus, Bali, Mojang-Jejaga Bandung, Kang-Nong Banten, Uda-Uni Sumatera Barat Mas-Mbak Jawa Tengah, Mas-Mbakyu DIY Yogyakarta, Disbudpar Nusa Tenggara Barat (NTB), Disbudpar Kalimantan Selatan dan Duta Wisata Indonesia (DWI) .

Sedangkan dewan juri yang akan menilai antara lain : HM Kabil Mubarok MHum, Prof. Dr. Ida Ayu Brahmasari, Dra. Pinky Saptandari, MA, Drs. Suko Widodo MM, dan Nunik Silalahi. Pemilihan Duta wisata raka-Raki Jatim tahun 2016 yang mengangkat tema:  MELALUI PEMILIHAN DUTA WISATA RAKA RAKI, KITA PROMOSIKAN KEANEKARAGAMAN BUDAYA DAN PARIWISATA JAWA TIMUR  . merupakan kegiatan yang konsisten diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan antara lain:

Sebagai upaya pemerintah dalam menanamkan rasa cinta pariwisata dan budaya jawa Timur bagi generasi muda agar dapat berperan secara aktif dan terlibat secara langsung dalam pembangunan budaya dan pariwisata serta dapat menjadi duta wisata yang mampu mempromosikan pariwisata jatim secara nasional maupun internasional.

Mewadahi dan melestarikan adat/budaya Jatim yang tercermin dari sebutan untuk duta wisata masing-masing kabupaten/kota, baju daerah khas masing-masing kabupaten/kota serta seni tari/ budaya daerah (penilaian talenta). Mewadahi event budaya serta kompetisi yang sama di tingkat kabupaten/kota. Mempromosikan pariwisata dan budaya unggulan kabupaten/kota melalui tayangan profil duta wisata masing masing daerah. Menjadikan duta wisata sebagai public relation dalam ikut serta meningkatkan kunjungan wisatawan di jawa timur. (maskur, s.t)

 

 

Informasi tambahan