Home

Sistem SKS SMAN 1 Pamekasan

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

“Kalau UKBM yang ditentukan dalam satu semester selesai dalam 3 bulan, siswa bisa ikut ujian semester. Nanti kalau bisa melewati standar nilai yang ditentukan, dia bisa melanjutkan untuk menempuh UKBM selanjutnya,” tegasnya, Sabtu (22/02/2020).

Berbeda dengan sistem SKS di perguruan tinggi. Pembelajaran siswa tetap berada di kelas yang sama, baik yang sudah menuntaskan ujian semester ataupun yang belum.

Dengan sistem ini, siswa akan belajar mandiri hingga 60 persen dari total pembelajaran. Sisanya 40 persen dilakukan tatap muka dengan guru.

“Dalam satu kelas ya satu guru, tapi ada 2 pelayanan yang diberikan guru, karena ada 2 jenis siswanya,”ungkapnya.

Dalam 6 semester ada 260 SKS yang harus dituntaskan siswa. Dengan 17 mata pelajaran atau 44 sks persemester, sehingga jika 260 sks dituntaskan dalam 2 tahun maka siswa dianggap menyelesaikan pendidikannya.

“Untuk anak yang cerdas ya memang mudah, tapi sistem ini tidak memaksakan siswa. Jadi tidak ada kenaikan kelas, yang adanya kenaikan semester,”tambahnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), secara terpisah mengungkapkan penerapan sistem kurikulum di sekolah menjadi kebijakan sekolah di bawah Dinas Pendidikan terkait. Termasuk dalam improvisaai memakai sistem SKS dalam pendidikannya.

“Itu kewenangan daerah untuk melakukan improvisasi untuk melakukan perbaikan. Saya belum bisa memberikan komentar lanjut terkait SKS, karena saya belum mempelajarinya lebih lanjut,”tegasnya.

Menurutnya sistem SKS ini hampir sama dengan sistem akselerasi. Yaitu menekankan pada ruang individualisasi pada siswa. Jadi anak bisa diurus dan dibimbing sesuai kemampuannya.

 Info : Tim SKS SMAN 1 Pamekasan

Informasi tambahan